Profil SMK GKPI 1 Pematangsiantar

Profil SMK GKPI 1 Pematangsiantar

Langkah Indonesia Menjadi Negara Industri Baru

Indonesia adalah negeri yang memiliki potensi luar biasa besar yang menjadikannya pantas duduk dalam peringkat 10 besar negara industri dunia.

PESAN SINODE AM KERJA (SAK) XXI GKPI 2018

Puji syukur kita panjatkan kepada TuhanYesus Raja Gereja karena atas penyertaan-Nya, Sinode Am Kerja (SAK) XXI GKPI 2018, berlangsung dengan baik,

SMK GKPI 1 Menerima Siswa - Siswi Baru

SMK GKPI 1 kota Pematangsiantar menerima siswa-siswi baru tahun ajaran 2018/2019.

Siswa SMK GKPI 1 Praktek Kerja di Kementerian Perumahan

Siswa-siswa SMK semakin maju dan terus berkembang, sebab pihak sekolah terus meningkatkan kerjasama ke berbagai pihak, baik pihak swasta maupun pemerintah.

Jumat, 08 Februari 2019

Ini 4 Bukti Kecerdasan Buatan Sudah Kalahkan Manusia

    Diumumkan dalam dua konferensi besar, survei yang melibatkan 350 peneliti  tersebut memprediksikan bahwa manusia akan kalah dari kecerdasan buatan pada tahun 2060.


 

Namun, tampaknya kekalahan manusia terhadap kecerdasan buatan sudah dimulai dari sekarang. Berikut adalah empat pertarungan besar di mana manusia kalah dari kecerdasan buatan: 

1. Deep Blue versus Garry Kasparov (1997)

Sebenarnya pertandingan antara Deep Blue dengan juara dunia catur Garry Kasparov tidak terjadi sekali. Pada tahun 1996, superkomputer IBM tersebut sudah pernah menantang Kasparov untuk pertandingan catur enam babak dan kalah. Pada tahun berikutnya, Deep Blue, dengan kemampuan mengalkulasi yang sudah ditingkatkan, kembali menantang Kasparov untuk pertandingan serupa. Sang juara dunia dengan mudah melewati babak pertama, tetapi kalah di babak kedua. Dideskripsikan oleh NPR, Kasparov tampak jelas merasa frustrasi, sebelum akhirnya berdiri dan mengundurkan diri. Kasparov kemudian berkata bahwa alasannya mengundurkan diri adalah karena langkah Deep Blue yang begitu mengejutkan dan tidak seperti mesin. Dia bahkan menduga bahwa tim IBM berbuat curang. Namun, tanpa diketahui Kasparov, langkah tersebut bukanlah sebuah fitur komputer, tetapi gangguan pada program Deep Blue. Diungkapkan dalam buku The Signal and The Noise, Murray Campbell, salah seorang peneliti yang merancang Deep Blue, berkata bahwa ketika dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan, Deep Blue memutuskan untuk memilih secara acak.

2. Watson versus dua pemenang Jeopardy (2011)

Kekalahan manusia dari kecerdasan buatan berikutnya terjadi pada tahun 2011 ketika Watson, sebuah superkomputer IBM, mengalahkan dua kontestan tersukses dalam acara permainan televisi berjudul Jeopardy. Dalam permainan ini, kontestan disajikan petunjuk dalam bentuk jawaban dan harus membentuk pertanyaan yang berhubungan dengan jawaban tersebut. Untuk berpartisipasi dalam permainan tersebut, para peneliti IBM melengkapi Watson dengan memori yang luar biasa besar dan sebuah processor yang 2000 kali lipat lebih kuat dari komputer pada masanya. Watson kemudian dijejali dengan informasi dari 200 juta halaman ensiklopedia, koran, dan sumber lainnya. Dalam tiga detik, Watson mampu menemukan 100 jawaban yang memungkinkan dan setiap jawaban kemungkinan diuji 100 kali sebelum digunakan.

3. AlphaGo versus Lee Sedol (2016)


Setelah Kasparov, pemain profesional yang tumbang berikutnya adalah Lee Sedol yang sudah 18 kali menjadi juara dunia go. Diciptakan sekitar 2500 tahun yang lalu, permainan catur dari China ini memang dikenal dengan tingkat kesulitannya yang tinggi. Setiap langkah dalam go juga memiliki begitu banyak kemungkinan sehingga AlphaGo tidak akan bisa mengalahkan Lee jika hanya mengandalkan kemampuan mengalkulasi seperti Deep Blue. Oleh karena itu, para peneliti dari Google DeepMind pun melengkapi AlphaGo dengan jaringan neural yang terdiri dari hardware dan software sehingga menyerupai neuron dari otak manusia. AlphaGo juga dilengkapi dengan teknologi untuk belajar dan memperbaiki kemampuannya bermain go dengan memainkan jutaan pertandingan dengan manusia dan dirinya sendiri. Dalam lima babak pertandingan melawan AlphaGo, Lee hanya kalah satu babak. Namun, kekalahan itu tetap menggoncangkan dunia kecerdasan buatan, go, dan pemerintah Korea Selatan.

4. Libratus vs empat pemain poker profesional (2017)

Selama bertahun-tahun lamanya, poker telah menjadi target pakar kecerdasan buatan. Permainan yang pada dasarnya adalah berjudi ini mengharuskan pemain untuk menyembunyikan informasi, melebih-lebihkan, dan berani meletakkan semua uang mereka di meja. Poker seharusnya menjadi permainan yang tidak bisa ditebak dan sangat manusiawi. Namun, sebuah mesin poker bernama Libratus keluar sebagai pemenang setelah bermain poker selama 20 hari dengan empat pemain poker profesional. Untuk membangun Libratus, para peneliti dari Carnegie Mellon tidak hanya menggunakan satu atau dua kecerdasan buatan, melainkan tiga sekaligus. Lalu, menggunakan metode reinforcement learning yang juga digunakan oleh AlphaGo, Libratus belajar menjadi pemain poker handal dengan bertanding melawan dirinya sendiri. Sistem tersebut terus-menerus bekerja, bahkan di tengah permainan melawan para pemain profesional  hingga lawan Libratus pun mengira bahwa mesin tersebut dapat melihat kartu mereka. Dikutip dari Wired 2 Januari 2017, Dong Kim, salah satu di antara empat pemain poker profesional yang melawan Libratus, mengatakan, aku tidak bilang bahwa (Libratus) curang. Tapi mesin itu sangat-sangat pintar dalam bermain poker.”

sumber:KOMPAS.com

Share:

Kamis, 07 Februari 2019

Kemendikbud Perkuat Pembelajaran Kewirausahaan Siswa SMK

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi penumbuhan minat kewirausahaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mendikbud berharap agar kegiatan "SMK Pencetak Wirausaha" yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) dapat diperkuat dan dikembangkan lagi.


"Pembelajaran kewirausahaan itu bukan sekadar mengajari teori-teori saja. Tetapi harus dicoba, dilakukan, dipraktikkan. Yang penting itu menciptakan iklim yang mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan," pesan Mendikbud Muhadjir Effendy pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan, di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Menurut Muhadjir, modal utama seorang wirausahawan adalah keberanian mengambil risiko, cermat melihat dan menangkap peluang, serta kemampuan menghadirkan sesuatu yang berbeda. "Kalau berhasil, tidak mudah puas. Dan kalau gagal, tidak kapok," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, menyampaikan tahun depan target siswa dan sekolah yang mendapatkan dukungan program SMK Pencetak Wirausaha akan ditambah. Jika tahun ini sekitar dua ribu SMK, tahun depan diharapkan dapat meningkat dua kali lipat. Sekolah ditantang mengirimkan proposal dukungan, bukan lagi ditunjuk oleh pusat. "Kriteria utamanya adalah orisinal, unik, dan usefulness atau kegunaan," ujarnya.

Dirjen Dikdasmen mengungkapkan, program ini juga merupakan salah satu upaya Kemendikbud menjawab kritik dan pandangan negatif mengenai lulusan SMK yang menjadi pengangguran. Pengembangan minat kewirausahaan untuk siswa SMK ini melatih siswa membuka atau menciptakan lapangan pekerjaan. "Kita ingin menjawab, bahwa SMK ini bukan menciptakan pengangguran, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan," kata Hamid.

Menurut Dirjen Hamid, kesesuaian antara bidang keahlian yang dipelajari di sekolah dengan usaha yang dijalankan tidak menjadi persoalan. "Ukurannya itu omzet. Pokoknya omzetnya sudah bisa lima juta ke atas. Kita apresiasi. Ini 'kan baru tahap awal, kita tetapkan lima juta. Tapi sudah ada yang omzetnya mencapai lima puluh sampai seratusan juta. Itu 'kan luar biasa untuk seusia mereka," katanya.

Pengembangan pembelajaran kewirausahaan di dalam kurikulum SMK telah diakomodir ke dalam mata pelajaran kompetensi keahlian dan penambahan jam pelajaran yang signifikan. Program “Sekolah Pencetak Wirausaha” merupakan kerja sama Direktorat Pembinaan SMK dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Pada bimtek hari ini, Mendikbud menyerahkan hadiah berupa beasiswa modal wirausaha sebesar 1 juta rupiah kepada 17 siswa perwakilan dari sekolah peserta SMK Pencetak Wirausaha.

M. Fajrul Falah, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pekalongan mampu meraih omzet sebesar 143 juta rupiah dalam 3 bulan. Usaha yang dijalaninya adalah jasa pengelolaan pernikahan (wedding service organizer). Selain jasa katering, Fajrul juga menyediakan jasa tata rias dan sewa baju pengantin. "Omzet paling banyak dari jasa kateringnya," kata siswa yang menekuni tata boga di SMK tersebut. 

sumber:Kemendikbud 
Share:

Wujud Nyata Revitalisasi SMK dan Pemajuan Kebudayaan, Mendikbud Resmikan Laboratorium Seni Budaya

Malang, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meresmikan laboratorium seni budaya di sekolah menengah kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia berharap bantuan laboratorium seni budaya yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dapat meningkatkan kreativitas siswa dan mendorong hadirnya karya-karya baru.

"Digunakan sebaik-baiknya, seoptimal mungkin. Saya lebih suka bantuan pemerintah rusak karena sering dipakai, daripada rusak tetapi tidak pernah dipakai. Tapi, yang paling bagus ya dipakai dan tidak rusak, karena dirawat dengan baik," pesan Mendikbud Muhadjir Effendy di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (4/2/2019).
Tak lupa Mendikbud berpesan agar keberadaan laboratorium ini juga dapat memberikan dampak lebih luas pada lingkungan sekitarnya. "Jangan hanya digunakan oleh sekolah yang mendapatkan bantuan saja. Tetapi juga dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah lain di sekitar sini. Bikin kolaborasi pentas seni antarsekolah. Pokoknya dioptimalkan," pesannya.
Bantuan laboratorium seni budaya ini menjadi wujud konkret komitmen Kemendikbud dalam melakukan revitalisasi SMK sekaligus upaya pemajuan kebudayaan. Direktur Kesenian, Restu Gunawan mengungkapkan, total bantuan yang dikucurkan pemerintah melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan senilai 750 juta rupiah.
Bangunan yang menyerupai gedung pertunjukan ini dilengkapi fasilitas audio visual dengan kapasitas 80 sampai 100 orang. Dibangun sejak tahun 2018, spesifikasi bangunan beserta peralatannya telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan Kemendikbud.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Arif Joko Suryadi, menyampaikan bahwa gedung bantuan dari Kemendikbud ini akan diberi nama Kasman Singodimedjo, seorang tokoh Muhammadiyah yang baru saja mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Bantuan dari Kemendikbud akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk pengembangan bakat dan minat siswa. Tidak hanya siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen saja, tetapi juga untuk sekolah-sekolah di sekitar. "Semoga ini dapat menjadikan sekolah kita semakin berprestasi dan mampu berkompetisi di era industri 4.0," ujar Kepsek Arif.
sumber:BKLM Kemendikbud
Share:

Arsip Blog

Pengumuman

smk gkpi-1 pematangsiantar

Facebook