Profil SMK GKPI 1 Pematangsiantar

Profil SMK GKPI 1 Pematangsiantar

SMK GKPI 1 Pematangsiantar Kerjasama 3 Negara, Ini Keunggulan Sekolahnya

SMK Swasta GKPI 1 Kota Pematangsiantar bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pihak swasta, maupun Pemerintah dan bahkan mampu menjaring komunikasi pendidikan, dan praktek kerja dengan beberapa negara.

Ada Beasiswa, Ini Syarat Mendaftar di SMK GKPI 1 Pematangsiantar TA.2018/2019

Siswa - siswi berprestasi dalam bidang pendidikan, olahraga dan seni akan diberikan beasiswa dari sekolah, demikian juga siswa terampil dan rangking di sekolah.

SMK GKPI 1 Menerima Siswa - Siswi Baru

SMK GKPI 1 kota Pematangsiantar menerima siswa-siswi baru tahun ajaran 2018/2019.

Siswa SMK GKPI 1 Praktek Kerja di Kementerian Perumahan

Siswa-siswa SMK semakin maju dan terus berkembang, sebab pihak sekolah terus meningkatkan kerjasama ke berbagai pihak, baik pihak swasta maupun pemerintah.

Rabu, 18 Juli 2018

Inilah Keceriaan dan Kebersamaan Perkenalan Siswa Baru di SMK GKPI 1 Pematangsiantar

Untuk meningkatkan kebersamaan antara siswa dan guru, keluarga besar SMK GKPI 1 Pematangsiantar membuat acara perkenalan sekolah kepada siswa baru tahun ajaran 2018/2019 dengan pendidikan Edukasi, Etika dan permainan games.

Terlihat ratusan  siswa tertawa gembira memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK 1 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2018/2019.

 Kegiatan ini dilaksanakan Rabu, 11 Juli 2018 sampai dengan Minggu ,15 Juli 2018.

Inilah foto-foto MPLS di SMK GKPI 1 Pematangsiantar :
















Share:

Ini Dokumentasi Pengenalan Sekolah SMK GKPI 1 Pematangsiantar

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (  MPLS ) Tahun Ajaran 2018/2019 dilaksanakan di SMK GKPI Pematangsiantar pada tanggal, 11 Juli 2018 sampai dengan 15 Juli 2018.

T.Hotlion Sihombing SSi, MM kepala sekolah SMK Swasta GKPI 1 Kota Pematangsiantarsaat
menerima pengenal siswa baru tahun ajaran 2018/2019.

Ini foto-fotonya :

Share:

Sabtu, 14 Juli 2018

Siswa SMK GKPI 1 Pematangsiantar Diperkenalkan Bahaya Narkoba dan Bahaya Radikalisme

Polres Pematangsiantar menggelar sosialisasi bahaya penyalagunaan narkoba kepada ratusan pelajar. Kegiatan itu diadakan di SMK GKPI 1 Pematangsiantar di Jalan DI Panjaitan, Jumat (13/7/18).

Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Erwin Tito SH menyampaikan, sosialisasi dampak dan bahaya narkoba di depan ratusan pelajar, guna menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita melaksanakan pembinaan dan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para peserta didik baru Sekolah SMK Swasta GKPI 1 Pematangsiantar, dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” terang Erwin.



Kasat juga menyampaikan penyuluhan dan sosialisasi dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan dan informasi kepada para siswa, atau siswi tentang bahaya narkoba yang mengakibatkan hancurnya masa depan generasi penerus bangsa.

“Narkoba merupakan pembunuh massal. Sebab, dampak dari penggunaannya sangat fatal karena kerusakan yang ditimbulkannya permanen. Hal ini sesuai hasil penelitian pihak medis, bukan hanya katanya atau slogan saja, sehingga perlu kita lakukan penyuluhan kepada pelajar agar mengetahu bahaya narkoba tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut telah disampaikan materi pencegahan penyalahgunan narkoba meliputi pengertian narkoba, penjelasan terkait jenis-jenis narkoba dan pengelompokan narkoba berdasarkan efeknya meliputi halusinogen, stimulan, depresan, dan adiktif.

Sementara itu disampaikan juga dampak dari penyalahgunaan narkoba serta ciri-ciri pengguna narkoba serta penjelasan terkait sanksi terhadap pengguna maupun pengedar narkoba serta uraian terhadap Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika




Share:

Selasa, 15 Mei 2018

Konsep Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan

Perkembangan zaman menuntut pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas. Daya saing Indonesia dalam menghadapi persaingan antar negara maupun perdagangan bebas sangat ditentukan oleh outcome dari pembinaan SDM-nya. Salah satu upaya negara dalam pemenuhan SDM level menengah yang berkualitas adalah pembinaan pendidikan kejuruan.

Rumusan arti pendidikan kejuruan sangat bervariasi. Menurut Rupert Evans (1978), pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan terdiri dari Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

Siswa SMK GKPI sedang praktek.

Karakteristik Pendidikan Kejuruan adalah sebagai berikut :

  1. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja
  2. Pendidikan kejuruan didasarkan atas “demand-driven” (kebutuhan dunia kerja)
  3. Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja
  4. Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada “hands-on” atau performa dalam dunia kerja. 
  5. Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan
  6. Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi
  7. Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada “learning by doing” dan “hands-on experience”
  8. Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktik
  9. Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum
Siswa SMK GKPIbelajar Disiplin militer dari anggota TNI.
Prinsip-prinsip Pendidikan Kejuruan menurut Charles Prosser (1925) adalah sebagai berikut :
  1. Pendidikan kejuruan akan efisien jika lingkungan di mana siswa dilatih merupakan replika lingkungan di mana nanti ia akan bekerja
  2. Pendidikan kejuruan akan efektif hanya dapat diberikan di mana tugas-tugas latihan dilakukan dengan cara, alat, dan mesin yang sama seperti yang diterapkan di tempat kerja
  3. Pendidikan kejuruan akan efektif jika dia melatih seseorang dalam kebiasaan berpikir dan bekerja seperti yang diperlukan dalam pekerjaan itu sendiri
  4. Pendidikan kejuruan akan efektif jika dia dapat memampukan setiap individu memodali minatnya, pengetahuannya, dan keterampilannya pada tingkat yang paling tinggi
  5. Pendidikan kejuruan yang efektif untuk setiap profesi, jabatan, atau pekerjaan hanya dapat diberikan kepada seseorang yang memerlukannya, yang menginginkannya, dan yang dapat untung darinya
  6. Pendidikan kejuruan akan efektif jika pengalaman latihan untuk membentuk kebiasaan kerja dan kebiasaan berfikir yang benar diulangkan sehingga pas seperti yang diperlukan dalam pekerjaan nantinya
  7. Pendidikan kejuruan akan efektif jika gurunya telah mempunyai pengalaman yang sukses dalam penerapan keterampilan dan pengetahuan pada operasi dan proses kerja yang akan dilakukan
  8. Pada setiap jabatan ada kemampuan minimum yang harus dipunyai oleh seseorang agar dia tetap dapat bekerja pada jabatan tersebut
  9. Pendidikan kejuruan harus memperhatikan permintaan pasar (memperhatikan tanda-tanda pasar kerja)
  10. Proses pembinaan kebiasaan yang efektif pada siswa akan tercapai jika pelatihan diberikan pada pekerjaan yang nyata (pengalaman sarat nilai)
  11. Sumber yang dapat dipercaya untuk mengetahui isi pelatihan pada suatu okupasi tertentu adalah dari pengalaman para ahlu pada okupasi tersebut
  12. Setiap okupasi mempunyai ciri-ciri isi yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya
  13. Pendidikan kejuruan akan merupakan layanan sosial yang efisien jika sesuai dengan kebutuhan seseorang yang memang mememrlukan dan memang paling efektif jika dilakukan lewat pengajaran kejuruan
  14. Pendidikan kejuruan akan efisien jika metode pengajaran yang digunakan dan hubungan pribadi dengan peserta didik mempertimbangkan sifat-sifat peserta didik tersebut
  15. Administrasi pendidikan kejuruan akan efisien jika dia luwes dan mengalir daripada kaku dan terstandar
  16. Pendidikan kejuruan memerlukan biaya tertentu dan jika tidak terpenuhi maka pendidikan kejuruan tidak boleh dipaksakan beroperasi
Model Penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan

Model Sekolah
Pada model ini pembelajaran dilaksanakan sepenuhnya di sekolah. Model ini berasumsi bahwa segala hal yang terjadi di tempat kerja dapat diajarkan di sekolah dan semua sumber belajar ada di sekolah. Model ini banyak di adopsi di Indonesia sebelum Repelita VI.

Model Magang
Pada model ini pembelajaran dasar-dasar kejuruan dilaksanakan di sekolah dan inti kejuruannya diajarkan di industri melalui sistem magang. Model ini banyak diadopsi di Amerika Serikat.

Model Sistem Ganda
Model ini merupakan kombinasai pemberian pengalaman belajar di sekolah dan pengalaman kerja di dunia usaha. Dalam sistem ini sistem pembelajaran tersistem dan terpadu dengan praktik kerja di dunia usaha/industri.

Model School-based Enterprise

Model ini di Indonesia dikenal dengan unit produksi. Modul ini pada dasarnya adalah mengembangkan dunia usaha di sekolahnya dengan maksud sesain untuk menambah penghasilan sekolah, juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Model ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan sekolah kepada industri.
Share:

Arsip Blog

Pengumuman

smk gkpi-1 pematangsiantar

Facebook