Kamis, 07 Februari 2019

PESAN SINODE AM KERJA (SAK) XXI GKPI 2018

Salam Sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus !

Puji syukur kita panjatkan kepada TuhanYesus Raja Gereja karena atas penyertaan-Nya, Sinode Am Kerja (SAK) XXI GKPI 2018, berlangsung dengan baik, tenteram dan damai, di bawah terang tema : “TUHAN MENUNJUKKAN KASIH SETIA, KEADILAN, DAN KEBENARAN DI BUMI” (Yeremia 9 : 24b) dan sub tema :”Membangun Citra Positif GKPI Dalam Rangka Mewujudkan Pembaruan, Pendamaian dan Pemberdayaan Warga GKPI di tengah Masyarakat”.



Sinode Am Kerja (SAK) XXI 2018 ini berlangsung tanggal 2-6 Oktober 2018 di GKPI Center (Monumen Yubileum 50 tahun GKPI) Pematangsiantar, diawali dengan ibadah pembukaan yang dihadiri oleh Pimpinan Sinode GKPI, Majelis Sinode GKPI, Peserta Sinode sebanyak 425 orang dan para undangan antara lain : warga Jemaat GKPI sekitar Siantar Simalungun dan luar Siantar, unsur pemerintah antara lain :perwakilan Gubernur Sumut: Ferlin Nainggolan, S.H, perwakilan walikota Pematangsiantar : Togar Sitorus, SE, M.M, perwakilan Kapolres Simalungun : Kompol H.Situmorang, mewakli Bupati Simalungun : Debora Hutasoit. Unsur Gereja yakni: mewakili Dirjen Bimas Kristen (Protestan) Andar Gultom, MPd, Sekretaris PGI : Pdt.Gomar Gultom, M.Th., Ketua PGIW Sumut : Bishop Pdt. Darwis Manurung, Ephorus GKPA ; Togar Simatupang, MTh, moderator UEM–Asia : Pdt. WTP Simarmata, MA., dan Sekjen GBKP : Pdt.Repelita Ginting.

Bishop GKPI, Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th, dalam khotbahnya yang diangkat dari Nats Yeremia 9 : 24b, menekankan tiga kata kunci : Kasih setia, Keadialan dan Kebenaran. Ketiga hal ini berasal dari Tuhan dan masih dirasakan oleh GKPI hingga saat ini, sehingga tugas kita semua adalah mempromosikan Kebaikan Tuhan itu dalam seluruh kehidupan di bumi ini.

Peserta juga dibekali dengan ceramah kajian tema dan sub tema oleh Pdt. Prof. Dr. Jan Sihar Aritonang, di mana cenderung mengevaluasi pengalaman GKPI di masa lalu yang tidak banyak berubah, sehingga melalui tema ini beliau mengajak agar GKPI ikut mengembangkan spritualitas dan diakonia yang profetik dan ekstravert (yang tidak melulu untuk dirinya sendiri), yang tetap signifikan dan relevan. Firman Tuhan dalam ibadah pagi dan malam juga mengarahkan seluruh peserta kepada terwujudnya Kasih setia, Kebenaran dan Keadilan Tuhan itu melalui pembaruan di tengah kehidupan warga Jemaat di manapun berada.

Ceramah kedua adalah , dari Kementerian ATR/BPN (Direktorat Pengaturan Dan Penetapan Hak Tanah danRuang) Jakarta, oleh ibu Timo Saragih yang menjabat sebagai Subdit BPN Pusat, menyampaikan bahwa GKPI sebagai organisasai yang berbadan Hukum sudah dapat memiliki tanah sebagai Hak Milik atas nama GKPI. Hal ini dikuatkan dengan kutipan arahan bapak Presiden RI tanggal 22 Januari 2018 yang telah memerintahkan kementerian ATR/BPN untuk melakukan percepatan pensertifikatan tanah-tanah tempat peribadatan di seluruh Indonesia. Maka diharapkan seluruh Jemaat GKPI agar segara mungkin mengurus sertifikat tanahnya atas GKPI.

Sinode Am Kerja (SAK) XXI 2018 ini bertugas untuk mengevaluasi program GKPI yang telah ditetapkan pada Sinode Am Periode (SAP) XX 2015 yang lalu, sehingga diharapkan ada pembaruan ke depan. Apa yang digumuli peserta Sinode adalah tentang tri tugas Panggilan Gereja :Apostolat, Pastorat dan Diakonat. Untuk menggumuli lebih dalam, peserta Sinode dibagai menjadi tiga komisi, yakni: Komisi I (tentang kerohanian), yang menggumuli tentang Visi dan Misi GKPI, program Kerja Departemen Apostolat, Pastorat dan Diakonat, dll. Komisi II (Umum dan Organisasi), menggumuli tentang : Pelaksanaan Renstra, Masalah peraturan dan SOP, peningkatan kompetensi SDM dan tata kelola organisasi di GKPI, pelaksanaan tugas dan fungsi koorwil, mekanisme pelaporan Pimpinan Sinode, pada sidang-sidang Majelis Sinode, upaya rekonsiliasi, pembentukan tim kompetensi, dokumen-dokumen SAP XX GKPI 2015.

Komisi III (Keuangan), menggumuli tentang : Peningkatan pelayanan keuangan di semua aras, kelanjutan pembangunan GKPI Center, dll, dan sidang-sidang Pleno. Semoga hasil-hasil keputusan SAK XXI 2018 ini dapat berguna untuk peningkatan pelayanan dan pembaharuan di GKPI.

Sinode Am Kerja (SAK) XXI 2018 berjalan dengan baik diakhiri dengan ibadah penutupan dan Perjamuan Kudus. Semua itu dapat terlaksana karena dukungan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, seluruh panitia secara khusus Wilayah III (Siantar –Simalungun), seluruh warga jemaat yang telah memberikan pemondokan bagi seluruh peserta, dan seluruh yang terkait di dalamnya, kiranya Tuhan senantiasa melimpahkan kasih-Nya.

Melalui pergumulan tersebut di atas maka denganiniSinode Am Kerja (SAK) XXI 2018 menyampaikan beberapa pesan sebagai berikut :

1. Sebagai perwujudan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dengan ini menyatakan :

 Keprihatinan terhadap bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Lombok, Palu, Donggala dan tempat lainnya. Diserukan kepada warga jemaat untuk berdoa dan memberikan bantuan kepada korban bencana alam tersebut.

 Keprihatinan atas penutupan beberapa rumah ibadah di Jambi sembari berseru kepada pemerintah supaya melindungi umat beragama untuk menjalankan ibadahnya dan mencegah terjadinya hal tersebut terulang kembali sesuai dengan amanat UUD’45.

 Turut mensukseskan Pileg dan Pilpres dengan menentukan pilihan kita sesuai dengan hati nurani masing-masing.

2. Sebagai warga jemaat GKPI, diajak :

 Supaya semakin menyadari arti dan makna kehadirannya sebagai alat Tuhan menyatakan Kasih setia, Keadilan dan Kebenaran di mana pun berada.

 Diharapkan semakin meningkatkan rasa persaudaraan, Kasih dan kepedulian bagi sesama GKPI dan atau sesama manusia.

 Bersama-sama mensukseskan tahun pelayanan GKPI sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra GKPI.

 Bersama-sama meningkatkan pembaruan kerohanian, persektuan dan pelayanan ke arah yang lebih baik dengan berpedoman kepada Firman Tuhan.

 Supayasetiapwargajemaatmendoakandanmendukung program pelayanan GKPI di semuaaras.

3. Mengingat pentingnya legalitas tanah tempat peribadatan, maka diharapkan kepada Jemaat-jemaat yang belum mengurus sertifikat tanah gerejanya atas nama GKPI, supaya segara mungkin mengurusnya ke BPN.

Demikian pesan ini disampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.








Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Pengumuman

smk gkpi-1 pematangsiantar

Facebook